Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara beternak kelinci

Cara agar memperoleh keuntungan yang maksimal dari beternak kelinci tidak sesulit yang dibayangkan. Faktor kebersihan kandang dan teknik pemasaran ikut andil dalam mewujudkannya. Simak caranya berikut ini.

Sebelum memulai beternak, ketahui terlebih dahulu jenis-jenis kelinci yang baik untuk diternakkan.

Kelinci (Orygtolopus, sp) merupakan hewan penghasil daging yang bergizi.

budidaya kelinci hasil menguntungkan 

Mula-mula kelinci dikembangbiakkan di negara Perancis dan berhasil memproduksi daging kelinci berjuta-juta ton.

Daging kelinci berprotein tinggi dan dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Pemeliharaan kelinci sangat mudah dan tidak memerlukan biaya yang besar.

Kelinci merupakan binatang malam, karena aktifitas hidupnya dilakukan pada malam hari. Dengan demikian, menjelang malam hari persediaan makanan dan minuman perlu disediakan.

Baca juga : Usaha ternak kelinci dapat hasil menggiyurkan

Pertumbuhan gigi kelinci terus berkembang, sehingga perlu dibatasi dengan cara memberikan makanan  keras berupa jagung kering dan ranting.

Temperatur yang baik untuk lokasi beternak kelinci adalah 15-20 derajat celcius, dengan kelembaban 0 - 90 derajat celcius.

Pemilihan jenis kelinci tergantung pada tujuan pemeliharaannya, sebagai penghasil daging, kulit, atau bulu yang tentunya disesuaikan dengan permintaan pasar pada daerah tertentu. Berdasarkan besar dan berat badan, kelinci dapat digolongkan menjadi 3 kelompok :
  1. Kelinci kecil     : Beratnya berkisar 2 sampai 4 kg.
  2. Kelinci sedang  : Beratnya berkisar 4 sampai 6 kg.
  3. Kelinci besar     : Beratnya berkisar 6 sampai 8 kg.

Jenis-jenis kelinci yang baik diternakkan.


A. Jenis kelinci kecil (Berat tubuh 2 - 4 kg)

Belgia : Warna bulu kemerah-merahan.
Belanda : Warna bulu hitam, putih, biru, coklat, abu-abu.
Rusia : Warna bulu putih.

B. Jenis kelinci sedang (berat tubuh 4 - 6 kg)

Perak dari Champagne : Warna bulu perak tua, biru putih. (4 - 5,5 kg)
Normandia : Warna bulu abu-abu kemerah-merahan. (5 kg)
Selandia baru : Warna bulu putih, merah, hitam. (4,5 - 6 kg)
California : Warna bulu putih. (4 - 5 kg)

C. Jenis kelinci besar (6 - 8 kg)

Vlaams : Warna bulu putih. (6 - 7 kg)
Chinchilla (Amerika) : Warna bulu biru putih. (6 - 8 kg)

Di Indonesia, peternakan kelinci diutamakan untuk produksi daging. Biasanya dipelihara jenis kelinci sedang dan besar seperti kelinci asal Selandia Baru, California, dan Vlaams.

Kotoran kelinci bisa digunakan untuk pupuk sayur-sayuran dan buah-buahan. Untuk itu, perlu kandang yang bisa langsung menampung kotoran kelinci.

Pembuatan kandang dan persyaratannya.


Kandang ternak kelinci berfungsi antara lain :

  • Melindungi ternak dari predator seperti kucing, anjing, serta cuaca/iklim yang kurang baik.
  • Memberi kenyamanan bagi ternak kelinci.
  • Memudahkan penanganan bagi peternak dalam pemeliharaannya.

Syarat - syarat kandang yang baik :

  • Kondisi Kandang.
Meliputi suhu dan kelembaban (sinar matahari, angin, hujan).
Suhu yang dikehendaki yaitu 15 - 20 derajat celcius, sedangkan kelembabannya 60 - 90%.
  • Konstruksi.
Menyangkut ventilasi, dinding, cahaya, sinar matahari, dan lantai.
Lantai yang baik terbuat dari bilah bambu atau kawat kasa, sehingga memudahkan kotoran keluar/jatuh ke bawah.
  • Perlengkapan.
Perlengkapan harus cukup untuk menjamin kehidupan kelinci.
model kandang ternak

 

Model kandang kelinci.


A. Kandang Lemprakan (kandang dengan alas tanah).
Keuntungan kandang lemprakan :

  • Biaya pembuatan kandang relatif murah.
  • Kelinci nyaman, hidup bebas secara alamiah.
  • Biaya pemeliharaan dapat ditekan serendah mungkin.
Kerugian kandang lemprakan :

  • Kelinci mudah terserang penyakit cacing (coccidiosis).
  • Peternak sulit menangani karena kelinci bebas bergerak.
  • Kelinci akan membuat lubang-lubang untuk sarang beranak.

B. Kandang Panggung (koloni/individual).
Keuntungan kandang panggung :  

  • Kesehatan ternak lebih terjamin.
  • Deteksi kelahiran lebih mudah.
  • Tidak memerlukan lahan yang luas.
Kerugian kandang panggung :

  • Biaya lebih tinggi.
  • Kelinci kurang bebas bergerak.

Bahan kandang kelinci.


A. Kandang besar (bangunan induk).

  • Atap : Genteng/seng/rumbia.
  • Dinding : Tembok/papan/bambu.
  • Lantai : Tembok/bambu/tanah.

B. Bahan kandang individual.

Sisi - sisi penyangga terdiri dari besi/kayu/bambu. Sisi (atas, bawah, samping) adalah ram kawat/kasa/papan/bambu. Ukuran kandang tergantung pada besar kecilnya kelinci dan jumlah yang dipelihara.

Kadang individual untuk kelinci dewasa adalah sebagai berikut :

  • Induk kecil dengan ukuran : panjang 90 cm, lebar 60 cm, tinggi 60 cm.
  • Induk sedang dengan ukuran : panjang 120 cm, lebar 60 cm, tinggi 60 cm.
  • Induk besar dengan ukuran : panjang 180 cm, lebar 60 cm, tinggi 60 cm.

Perlengkapan kandang meliputi : tempat makan, tempat minum dan sarang untuk beranak dengan ukuran 40 X 30 X 30 cm. Bahan sarang tersebut terbuat dari papan atau kotak bekas, dan bagian atas ditutup rapat dengan atap.

Lubang keluar masuk (pintu) berukuran 15 X 20 cm. Agar anak kelinci tidak keluar dari sarang, maka pada bagian bawah (dasar) perlu papan penghalang yang tingginya 10 sampai 12 cm. Kotak ini harus ada ventilasi dan drainase (lubang kecil pada alas kandang) agar kotoran dan air kencing kelinci mengalir dengan mudah. Bila induk kelinci hendak beranak, sarang tersebut diberi jerami.


Posting Komentar untuk "Cara beternak kelinci"