Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara pemeliharaan burung merpati

Akhir-akhir ini, harga burung merpati melambung tinggi. Apalagi kalau burung merpatinya sering juara di perlombaan burung tingkat nasional. Sebutlah jayabaya, si burung cantik dari Bandung yang laku 1 milyar. Tertarik ingin mencoba memelihara merpati? Simak caranya berikut ini.

Sebelum kita bahas bagaimana pemeliharaan yang baik dan bisa mendapatkan keuntungan, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis burung merpati.  


burung dara bisa laku 1 milyar


Burung merpati dan jenis-jenisnya.  


Burung merpati (Columbia livia) sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Selain sebagai binatang kesayangan (hobby) juga sebagai penghasil daging. Bahkan kotorannya berguna untuk memupuk bunga. Namun ada juga yang memelihara merpati untuk diikutsertakan lomba, kecepatan terbang dan dinilai bulunya.

Di Indonesia, jenis-jenis merpati belum begitu dikenal. Masyarakat pada umumnya lebih mengenal ternak sapi, ternak kambing atau ternak kelinci. Namun, banyak yang sudah tahu burung dara bisa dibudidayakan sebagai penghasil daging, telur dan juga hobby.

Merpati merupakan unggas liar. Sekalipun hidupnya sudah membaur dengan manusia, tetapi masih menampakkan sifat-sifat yang alami, yaitu tahan terhadap penyakit dan bisa membuat sarang sendiri. 

Jenis-jenis merpati yang dikenal, antara lain : 


1. King
Jenis merpati ini merupakan penghasil telur dan penghasil daging. Berat badan merpati dewasa mencapai 0,8 kg dan merpati muda 0,7 kg. Setiap merpati dapat menghasilkan 12 - 15 merpati muda per tahun dengan berat badan antara 0,5 - 0,7 kg. Warna bulu jenis King ini biru, merah, dan kuning.

2. Carneau
Jenis merpati ini tubuhnya padat, kompak, dan berdada lebar, sehingga banyak digemari orang. Warna bulunya merah, putih, hitam, dan kuning. Berat badan dewasa 0,7 kg dan yang muda 0, kg.

3. Swiss Mondaine
Jenis merpati ini bertubuh besar, dadanya dalam, badan lebar dan warna bulunya putih. Berat badan jenis ini bisa mencapai 3 kg. Jenis ini  banyak dikembangkan di Amerika Serikat dan merupakan hasil persilangan dari berbagai jenis merpati yang termasuk "The White Rant".

4. French Mondain
Jenis merpati ini bertubuh besar dengan paha lebar, tebal, dan padat. Dadanya lebar, kompak membusung. Berat badannya sekitar 3 kg. Jenis ini jarang digunakan untuk menghasilkan merpati muda untuk diambil dagingnya, sekalipun tubuhnya besar.

5. Hormer
Jenis ini merupakan merpati penghasil daging untuk tujuan komersil. Selain itu, hormer juga termasuk penghasil telur terbaik.

Pembuatan Sangkar


Umumnya merpati mendiami tempat yang disebut sangkar. Sangkar adalah suatu perkandagan yang memiliki persyaratan tertentu. Bentuk sangkar yang dibuat disesuaikan dengan tujuan pemeliharaannya. Untuk merpati petelur dan pedaging berbeda sangkarnya dengan jenis yang lain.

Bagi merpati yang masih kecil atau dara, membutuhkan sangkar satu ruangan, sedangkan untuk merpati dewasa yang bertelur, membutuhkan sangkar dua ruangan. Satu ruang untuk bertelur dan satu ruang lagi untuk tinggal/tidur.

Tempat telur harus tertutup dan gelap, sedangkan tempat kediamannya harus terang, berventilasi, dan luas. Bahan-bahan yang digunakan untuk tiang sangkar biasanya dari balok-balok kecil atau bambu. Sedangkan untuk dinding dari bambu yang dibelah kecil-kecil.

Disamping itu, lokasi sangkar harus jauh dari jangkauan binatang pengganggu lain, sseperti kucing, anjing, dan tikus.

Sistem perkawinn dan perkembangbiakan


Burung merpati hanya mampu bertelur sebanyak 50 butir per tahun. Satu hari biasanya merpati hanya bertelur satu butir. 

jenis merpati untuk perlombaan


Pada umumnya, merpati jantan mengawini pasangannya tergantung pada cuaca yang cerah dan perkawinannya secara alami. Namun demikian, peternak bisa mengawinkan merpati secara paksa, tetapi hasilnya (anaknya) kurang baik. 

Perkawinan seccara alami memberikan hasil baik dengan syarat pejantan dari jenis yang baik. Tidak boleh berasal dari daerah yang sama. Selanjutnya, untuk pengembangbiakan yang baik mutunya, selain tergantung pada cuaca yang cerah, pakan cukup, dan sinar matahari memadai, juga dapat diaktifkan pejantan untuk kawin, sehingga merpati tersebut sudah siap kawin meskipun umurnya relatif muda, tapi telah dewasa kelamin.

Pasangan merpati yang baik, akan mampu menghasilkan 10 - 14 merpati muda potong per tahun, dengan berat badan 1,2 - 2,4 kg atau dengan jenisnya yang berbeda-beda berat badannya.

Komposisi bahan makan dan pengaturan ransum.


Seperti pada unggas yang lain, merpati juga membutuhkan zat makanan atau zat gizi seperti protein, energi, vitamin, mineral, dan air. Ini dapat terpenuhi apabila peternak memberikan pakan yang cukup baik kualitas maupun kuantitasnya. Dengan demikian, akan didapatkan produksi optimal yang diinginkan.

Sebelum diberi pakan, perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

1. Bobot Badan Merpati

Dengan mengetahui berat badan, dapat diduga berapa banyak jumlah pakan yang harus diberikan. Ini berkaitan dengan berapa banyak biaya yang diperlukan, karena harga pakan cukup mahal. Sebagai contoh, rumus pemberian pakan berdasarkan bobot tubuh :

          X                     100
---------------- = ---------------- = 0,676
   (BB) 2/3           (1800) 2/3 

Keterangan : 
X         = gram konsumsi per ekor per hari
BB      =  bobot burung merpati (gram)
100      = konsumsi ayam ras per hari (gram)
1800    = Bobot badan ayam ras (gram)

Misalnya, bila bobot merpati dewasa hasil timbangan seberat 0,8 kg, maka :

(BB) 2/3 = (800) 2/3 = 0,5 kg.

Jadi, konsumsi merpati tersebut per ekor per hari adalah :

X  = 0,5 kg x 0,676 = 0,34 kg/ekor/hari.

Merpati yang dikandang akan mempunyai bobot tubuh lebih besar bila dibanding dengan burung merpati yang dilepas.

2. Kebutuhan Zat Makanan

Ransum merpati diberikan dalam bentuk butiran. Adapun kebutuhan unsur gizi burung merpati adlah sebagai berikut :

Protein         : 14 %
Karbohidrat : 65 %
Lemak         : 3,5 %
Serat Kaar   : 5 %

Ransum yang diberikan harus cukup mengandung vitamin-vitamin seperti vitamin A, B, E, dan riboflavin, sedangkan mineral diberikan secara terpisah. Bisa berasal dari kulit-kulit kerang 95 % dan garam dapur 5 %. 

Air minum sebaiknya diberikan secukupnya, karena merpati tidak dapat menahan haus. Selain itu, air tersebut digunakan untuk mandi. Pemberian air idealnya 3 kali seminggu. Ini dapat merangsang pengembangbiakan. Air minum diberikan yang bersih dan segar.

3. Nilai Gizi Makanan 

Perlu diberikan pakan dalam bentuk biji-bijian yang mengandung protein tinggi seperti kacang hijau, kedelai, dan biji kacang panjang. Pakan diberikan dua kali sehari dan diusahakan tidak ada sisa makanan untuk menghindari adanya binatang pengganggu.

Induk merpati diberi biji-bijian yang cukup, sedangkan anaknya yang berumur 10 - 12 hari diberi bijian yang telah direndam dalam air selama lebih kurang empat jam dan dalam bentuk yang kecil-kecil dan halus.

Pakan diberikan dua kali sehari. Sebelumnya tempat pakan dan minum dibersihkan pada pagi hari, baru diberi pakan dan minum. Bila ada sisa pakan supaya dibuang dan diganti dengan pakan yang baru. 

Sistem pemeliharaan


Telur merpati akan menetas setelah dierami rata-rata 17 hari, tetapi waktu menetas telur pertama dan kedua berbeda. Biasanya merpati bertelur satu butir sehari dan kemudian bertelur lagi dihari berikutnya. Sebaliknya, apabila merpati bertelur lebih dari dua butir, sisanya tidak bisa ditetaskan.

Sebelum merpati bertelur, pasangan merpati mencari dan membuat sarang untuk bertelur. Sebaiknya disediakan tempat bertelur dari jerami kering pada temppat agak gelap dan sejuk. Untuk tempat anak harus tertutup dan perlu diperhatikan juga ventilasinya.

Sangkar bertelur dibuat dua buah, yang pertama untuk bertelur awal dan yang kedua untuk tempat cadangan bertelur lagi. Biasanya setelah anaknya melewati masa starter, induk merpati akan bertelur kembali.

Anak merpati sewaktu masih kecil mendapat makanan dari induknya berupa susu merpati (pigeon milk) pada umur 2 - 3 minggu. Kemudian pemberian makanan diserahkan pada pejantan dengan jalan menyuapi anaknya dan induknya bertlur kembali.

Pada umur 25 - 30 hari sudah dapat dipasarkan, tetapi apabila dipelihara terus, baru dapat mengurus diri setelah berumur 6  - 7 minggu. Apabila induknya mati, perlu bantuan dan pemberian makanan anaknya, dengan jalan menyuapi dua sampai tiga kali sehari.

Untuk dapat menghasilkan anak merpati yang sehat, baik, dan kuat, perlu diusahakan pejantan tidak seumur dengan induknya. Bila anak yang ditetaskan itu jantan, maka jangan digunakan sebagai pejantan. Usahakan sewaktu masih dara, dipisahkan antara pejantan dan betina.

Demikian artikel mengenai cara pemeliharaan burung merpati, semoga dapat menambah wawasan teman-teman semua. 

Salam  
 

Posting Komentar untuk "Cara pemeliharaan burung merpati"