Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Efek ganti domain TLD ke domain TLD

"Pindahan artikel dari Blog sebelah"
Blogger ganti domain tld
Kali ini saya tidak akan berbagi tentang cara mengganti nama domain TLD dengan nama domain TLD di blogspot, tetapi mau sharing saja soal pergantian nama domain ini. Awalnya deg deg an untuk mengganti nama domain ini karena saya tidak punya basic IT sama sekali.

Sebelum saya menggunakan domain-domain TLD ini, saya menggunakan domain namadomain.blogspot.com dengan santai dan PD (percaya diri). Tapi sejak dapat masukan dari teman-teman, sebaiknya ganti domain TLD biar blog ini punya kesan serius dalam pengelolaannya. Lha, apa kalau pakai domain gratisan dari blogspot gak berkesan serius? 

Sampai akhirnya saya ganti domain TLD selain alasan keren ada alasan yg lebih masuk akal, yaitu untuk bermain adsense. Saya yakin semua teman-teman setuju dengan alasan ini. Ngeblog sebagai hobby dan bisa dapat duit.

Semua proses migrasi ke domain TLD saya lakukan sendiri. Langkah pertama saya mencari situs penyedia domain murah dan mencari nama domain yang saya inginkan. Awalnya saya cari nama domain sesuai dengan nama domain blogspot saya. Karena basic domain ini adalah kurniawanwiwidku.blogspot.com, saya pertahankan nama kurniawanwiwidku untuk nama domain TLD saya.

Membeli Domain


Begitu masuk di situs penyedia domain dan memasukkan nama domain yang saya inginkan tersebut, ternyata ada banyak sekali ekstensi domain yang tersedia. Mulai dari .com, .net, .tech, .xyz, .id, dan masih banyak lagi yang lain. Kenapa kok banyak pilihan ya, apa beda dan keunggulannya dari masing-masing ekstensi domain ini?

Pertanyaan itu saya singkirkan dulu jauh-jauh dan kembali ke tujuan awal, yaitu beli domain TLD. Kebetulan ada banyak promo di situs tersebut untuk beberapa nama domain. Siapa sih yang gak suka sama diskon dan promo, pasti semua orang sangat menyukainya, gak cuma ibu-ibu saja yang suka, tapi kita semua suka.

Saya lihat ada satu nama domain yang sangat murah penawarannya, cuma 25 ribu. Akhirnya saya menjatuhkan pilihan ke domain .site dengan alasan harganya murah. Setelah proses pengisian data selesai, saatnya membayar domain yang ingin saya beli. Untungnya ada banyak pilihan pembayaran, bisa pakai m-bca juga, jadi gak perlu beranjak keluar rumah untuk transfer. Setelah ditambah pajak 10 % dan biaya lainnya, hasil akhirnya jadi 35.500 rupiah.
Efek ganti domain tld ke domain tld
Setelah punya domain TLD, lantas muncul pertanyaan bagaimana cara mengganti nama domain blogspot dengan costum domain TLD ini. Untungnya ada banyak tutorial soal cara pasang costum domain di blogspot yang bisa ditemukan di google. Berbekal nekad dan kemauan mau belajar, saya berhasil mengganti nama domain menjadi Top Level Domain. Tapi nunggu proses migrasi url nya lumayan lama.

Efek ganti domain TLD.


Tiga hari setelah sukses ganti domain, saya daftarkan blog ini ke google adsense. Lagi-lagi guru saya ya mbah google untuk bisa menyelesaikan semua proses pendaftaran. Pendaftaran pun akhirnya berhasil dan situs saya mulai ditinjau oleh google adsense. Selama masa peninjauan ini, seluruh mastah blogger menyarankan untuk intens update artikel, minimal sehari satu artikel. Nah ini dia yang lumayan berat, tapi karena nulis itu hobby saya, tidak terlalu berat saya rasakan.

Seminggu setelah saya daftarkan blog ini ke adsense, tiba-tiba di tengah malam setelah saya upload artikel, ada email masuk dari adsense. Taraaaaa...pengajuan saya di tolak karena situs belum memenuhi kebijakan google adsense. Yah, sebuah berita yang menjengkelkan di tengah malam, sampai-sampai saya tidak bisa tidur karena memikirkan dari segi apa adsense menilai blog saya belum memenuhi kebijakan penayang iklan adsense.

Pagi hari saya cari tutorial dan artikel tentang cara memenuhi kebijakan google adsense. Akhirnya saya menemukan satu artikel yang membahas lengkap soal itu. Jika ingin cepat diterima google adsense, harus membuat beberapa halaman di blog. Privacy policy, terms of service, disclaimer, about, contact, dan halaman sitemap. Oke, ketemu solusinya, akhirnya saya membuat semua halaman yang di rekomendasikan tersebut.

Bagaimana cara membuatnya ? Ada banyak cara yang tersedia di google dan ada satu situs pembuat privacy policy, term of service, dan disclaimer gratis. Saya tempelkan semuanya di blog saya. Selang 3 hari, saya dapat email lagi dari adsense bahwa situs anda perlu dilakukan pembenahan untuk bisa memasang iklan. Waduh apalagi ini, perlu gimana lagi ini.

Akhirnya saya putuskan untuk menghapus artikel yang tidak sesuai dengan topik dan judul blog. Widget hanya saya pasang popular post, blog arsip, translate, dan tentang saya. Tak lupa juga saya pasang recent post di bawah artikel.

Sehari kemudian, setelah saya lakukan semua langkah diatas, saya dapat email kembali dari google adsense. Selamat situs anda sudah siap untuk menayangkan iklan, silahkan pilih iklan untuk ditayangkan.

Respon pertama saya tidak percaya dengan pemberitahuan tersebut. Tapi keesokan harinya, semua iklan mulai tampil di situs saya. 

Ternyata, dengan mengganti domain ke domain TLD, bisa mempercepat blog kita diterima google adsense.  Satu hal lagi yang penting, tidak semua template ada fitur recent post di dalamnya. Kalau teman-teman ingin bermain adsense, cari template blog yang sudah ada fitur recent post di dalamnya.

Ganti domain TLD ke TLD


Ini bagian yang agak sulit untuk dijalankan, untuk mengganti domain TLD ke domain TLD. Kenapa saya akhirnya nekad ganti domain TLD yang sudah sukses menayangkan iklan, alasannya karena nama domain saya kepanjangan dan mempengaruhi score SEO. Buat teman-teman yang berpikir mau beli domain TLD, mohon pikirkan matang-matang dan pilih nama domain yang tepat dan tidak kepanjangan.

Dengan modal nekad untuk yang kedua kalinya, saya beranikan diri mengganti domain TLD saya dengan domain TLD yang baru, lebih pendek, dan sesuai dengan yang saya cita-citakan. Yaitu kangwiwid.com.

Proses migrasi saya jalankan seperti dulu waktu pertama kali ganti domain blogspot ke domain TLD. Nama domain pun berganti. Lantas domain saya yang panjang saya pasang di blog satunya lagi, dengan topik yang berbeda.

Keduanya sukses terpasang di kedua blog saya. Tapi ternyata ada masalah yang timbul, yaitu di blog ini, iklan tidak muncul dan setelah cari tahu sana sini, ternyata harus daftarin nama domain baru ini ke adsense. Yah, bisa berhari-hari dan dag dig dug lagi tiap hari nih. Tapi saya agak tenang karena di blog satunya lagi, yang saya pasangin domain TLD lama, iklan langsung bermunculan. Hebat nih domain kurniawanwiwidku.site hahahaha.

Masalah utama yang saya alami bukan hanya persoalan iklan adsense, tapi artikel-artikel saya tidak bisa di akses lewat google. Saya coba ketik kan kata kunci dari artikel saya di google, semuanya muncul di google, tapi masih pakai nama domain lama. Begitu saya klik, terdapat eror 404 dan halaman tidak bisa di akses. Waduh, PR lagi ini. Saya cari tahu di google, sedikit sekali artikel soal cara mengatasi permasalahan ini.

Akhirnya saya chat penyedia domain saya, untuk menanyakan bagaimana cara mengatasi persoalan ini. Ada saran untuk mengambil langkah domain forwarding dari clientzone. Saya jalankan langkah-langkah yang diberikan dan disuruh menunggu sampai proses propagasi selesai. Berapa lama waktunya, tidak bisa di tentukan. 

Saya harus sabar menunggu dengan harap-harap cemas dengan perubahan ini. Semoga bisa cepat kembali pulih seperti sediakala. 

Proses pergantian nama domain TLD ke domain TLD saya lakukan 2 hari yang lalu, tepatnya hari selasa tgl 27 agustus 2019. Semoga nanti bisa menemukan cara tepat untuk mengatasi persoalan ini dan bisa update cara-caranya untuk teman-teman yang mengalami kejadian serupa dengan saya di kemudian hari.

Salam

Posting Komentar untuk "Efek ganti domain TLD ke domain TLD"